Tips Membersihkan PC Gaming Untuk Pemula

By | 31/05/2019

Tips Membersihkan PC Gaming Untuk Pemula

Membersihkan PC merupakan topik yang kurang diminati bagi para PC user. Ada beberapa alasan kenapa PC hardware maintenance malas dilakukan secara berkala khususnya buat mereka PC user awam. Mulai dari menganggap tidak penting atau tidak terlalu peduli, tidak tahu cara dan alat yang digunakan sampai alasan yang menurut gw lumayan masuk akal yaitu, takut PCnya malah kenapa-napa.

Apakah penting membersihkan PC? Jawabannya udah pasti, penting! Komponen-komponen yang bekerja di dalam PC mengakibatkan listrik statis yang menarik debu dan partikel-partikel lainnya. Semakin lama akan menumpuk, dan bukan hanya terlihat kotor, tapi juga mengganggu air flow di dalam casing PC.

Akibatnya ruangan di dalam casing menjadi panas dan membuat performa PC menjadi tidak maksimal karena PC harus bekerja lebih keras. Menjawab pertanyaan judul di atas, apakah PC yang bersih meningkatkan perform FPS dalam gaming. Mungkin nggak, tapi yang pasti saat PC kotor udah jelas performa pasti akan terganggu dan mempengaruhi kinerja PC, salah satunya pada kerja gaming.

Gimana caranya? Alatnya apa? Menurut gw soal metode dan frekuensi ini bisa terbagi 2. Bersih-bersih besar dan bersih-bersih kecil. Untuk alatnya, biasanya gw cuma pakai 2 benda yaitu lap dan air duster. Nah, bedanya apa antara bersih-bersih besar dan bersih-bersih kecil? Bersih-bersih kecil biasanya hanya membersihkan bagian-bagian yang biasanya menjadi langganan tempat kumpulnya debu tanpa melepas komponen utama PC.

Prosesnya antara lain: membersihkan dust filter pada casing, membersihkan bagian atas PSU dengan lap, melepas casing fan dan membersihkan debu-debu yang menempel, serta menyemprotkan air duster di beberapa bagian casing. Bersih-bersih kecil bisa dilakukan 2-3 bulan sekali.

Sementara, bersih-bersih besar prosesnya mencopot semua komponen mulai dari motherboard, prosesor, RAM hingga graphic card. Dan selain membersihkan semua komponen itu, juga ada proses lain seperti mengganti thermal paste pada prosesor, membersihkan casing hingga merapihkan kembali kabel-kabel yang terhubung pada casing dan power supply. Bersih-bersih besar ini bisa dilakukan setahun sekali.

Yang terakhir, masalah kekhawatiran PCnya malah kenapa-napa setelah dibersihkan. Menurut gw yang bisa dilakukan adalah ya bersih-bersih kecil aja dengan frekuensi yang lebih sering. Atau kalau mau bersih-bersih besar, gw ada sedikit trik yang biasa gw lakukan dulu pada saat gw baru ngerti tentang PC.

Yang gw lakukan sebelum gw bongkar PC adalah, gw foto dulu bagian yang gw prediksi akan lupa posisinya di mana, khususnya kabel apa nyolok ke mana. Jadi setelah PC dibersihkan gw tinggal lihat foto tadi. Kalau soal kekhawatiran terjadi kesalahan prosedur pembersihan, selama dilakukan dengan hati-hati dengan peralatan yang disarankan, harusnya nggak ada yang perlu ditakutkan.