Penyebab Baterai Smartphone Overheating

By | 27/10/2018

Majalah gadget – Salah satu resiko paling mengerikan dalam penggunaan smartphone ialah efek panas berlebih atau overheating. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan pada perangkat dan jika sudah parah akan mengakibatkan ledakan atau terbakarnya perangkat.

Tidak jarang kasus smartphone yang terbakar atau meledak dikarenakan komponen baterai yang mengalami overheating atau terlalu panas. Tidak dapat dipungkiri, overheating adalah masalah keamanan yang cukup mengkhawatirkan, mengingat beberapa kasus yang heboh belakangan ini yang mengungkap tentang cacatnya komponen baterai smartphone berprofil tinggi.

Penyebab Baterai Smartphone overheating

Ancaman overheating bukan hanya pada smartphone saja, melainkan perangkat sejenis tablet dan laptop juga bisa mengalami overheating.

Beberapa langkah dibawah ini dapat meminimalisir dan menghentikan resiko overheating pada baterai smartphone agar terhindar dari resiko terlalu panas atau terbakar.

Ada dua penyebab utama baterai Lithium-ion yang mengalami overheating. Yang pertama adalah ketika baterai mengalami kerusakan, entah karena ini bisa disebabkan oleh terjatuhnya ponsel Anda atau tertimpa benda berat, dan berakibat rusaknya fisik komponen baterai. Nah, rusaknya fisik komponen baterai ini dapat menyebabkan arus pendek, yang menyebabkannya memuai dan berpotensi meledak dan terbakar.

Panas adalah penyebab utama kebakaran baterai dan biasanya terkait dengan pengisian daya. Pengisian baterai akan menghasilkan beberapa pembangkit panas, dan jika suhu terlalu tinggi maka hubungan pendek internal dapat terjadi. Hal ini diperparah dengan komponen baterai itu sendiri yang rusak.

Jika komponen baterai Anda tidak bisa mendingin, ‘pelarian termal’ dapat terjadi, di mana reaksi berantai mempercepat peningkatan suhu. Ini adalah awal bencana terbakarnya smartphone Anda.

Dengan teknologi terkini seperti pengisian daya super cepat dan prosesor terbaru, maka memungkinkan meningkatnya suhu/panas di ponsel saat ini daripada suhu smartphone generasi sebelumnya. Desain smartphone yang semakin slim juga bisa berpengaruh. Terutama ketika vendor smartphone mencoba memasukkan komponen baterai berukuran daya besar ke dalam smartphone berdimensi yang sangat tipis tanpa memastikan bahwa efek panas dapat distabilkan. Atau paling tidak, menempatkan komponen baterai tidak terlalu berdekatan dengan yang lainnya, dan membenamkan teknologi pendingin di dalam smartphone.